HEBAL NABAWI MADU + APEL + ANGGUR YANG DIRAMU SECARA KHUSUS DENGAN MANGGIS MENGHASILKAN SEBUAH JUS MANGGIS DENGAN MEREK XAMTHONE PLUS YANGSANGAT BERKHASIAT DAN TERBUKTI MENGOBATI BERBAGAI PENYAKIT KANKER .

=======
Peluang usaha waralaba jus manggis xamthone plus klik www.waralabaxamthone.com UNTUK BELANJA ONLINE KLIK www.binmuhsingroup.comDETAILPRODUK KUNJUNGI www.grosirxamthoneplus.blogspot.comUNTUK PEMESANAN HUBUNGI :HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendster binmuhsin_group@yahoo.co.id
=======
xamthone plus ada ijin depkes dan bp pom serta mui terbukti mencegah dan mengobati ambeien,amandel,asma,alergi,alzheimer,asam urat,batu empedu,batu ginjal,darah tinggi, darah rendah, demam, demam berdarah, dpresi, diabetes,diare,epilepsi, flu plike,gagal ginjal,gatal-gatal,gusi berdarah,hepatitis A B C ,hernia,herpes,impotensi/vitalitas,insomnia/susah tidur,jantung koroner, kanker,kista,keputihan,kolesterol, kurang darah/anemia,kusta, lesu lelah,leukemia,liver,maag, malaria,rambut rontok,menstruasi sakit, panas dalam,parkinson,kecapean, narkoba, osteoporosis, eksim, prostat, artritis, sembelil, stress, stroke, tbc, tumor, typus, usus buntu, lupus dlln jantung stroke kanker diabetes ginjal, prostat, maag, asma.. dlln
=======

JAKARTA, KOMPAS.com - Penelitian tentang sel punca atau stem cell telah lama dikenal di dunia biologi sel. Namun baru akhir dekade ini, penggunaan sel punca diketahui dapat digunakan untuk terapi berbagai macam penyakit yang tidak dapat disembuhkan, salah satunya adalah kanker hati.

Caecilia Hapsari Ceriaputri Sukowati (31), peneliti Lembaga Ejkman, adalah salah satu peneliti perempuan yang menggeluti bidang tersebut. Menurut, perempuan kelahiran Curup, 9 April 1980 ini, kanker hati adalah jenis kanker nomor lima di dunia, dan penyebab kematian urutan ke tiga di Asia.

“Penyakit kanker hati ini adalah salah satu jenis kanker dengan tingkat kematian yang tinggi. Dan sel punca kanker inilah yang menentukan sel-sel kanker yang sudah diobati bisa tumbuh lagi, dan terus bersimbiosis,” ujar Caecilia di Jakarta, Jumat (21/10/2021).

Caecilia, adalah salah satu pemenang L’Oreal Indonesia National Fellowship For Women In Science 2011 untuk kategori Life Science. Dalam program penelitian yang merupakan kerjasama Lembaga Eijkman dan Fondazione Italiana Fegato, Trieste tersebut, ia melakukan penelitian dengan judul ‘Sel Progenitor dan Keragaman Sel Kanker dalam Hepatokarsinogenesis’.

Caecilia mengungkapkan, penelitiannya tersebut bertujuan memelajari keanekaragaman sel-sel kanker hati, termasuk keberadaan sel progenitor yang memiliki potensi berdiferensiasi menjadi sel-sel lain. Perempuan lulusan School of Mulecular Biomedicine, University of Trieste, Italia ini mengatakan, penelitian dalam bidang tersebut saat ini masih terbatas dilakukan oleh peneliti-peneliti di Indonesia, maupun dunia.

“Penelitian ini merupakan penelitian dasar, salah satu bagian dari project besar di dunia. Ini penelitian yang sangat penting karena benar-benar penelitian yang mendasari kanker. Tidak hanya kanker hati, tapi juga kanker secara general. Dan kalau saya melihat dari sel kankernya,” ujar Caecilia yang mengaku menggeluti bidang penelitiannya tersebut sejak 2003 silam.

Ia menjelaskan, setiap manusia sebenarnya mempunyai sel punca dalam setiap anatomi tubuhnya. Namun, sel punca tersebut dapat bermutasi menjadi kanker jika disebabkan beberapa virus, atau penyakit lain yang menyerang tubuh, diantaranya radiasi, infeksi virus, atau Hepatitis.

“Jadi, ibaratnya sel punca ini, merupakan induk dari sel kanker. Kalau lebah itu, dia menjadi ratu lebahnya. Dan sebenarnya sel punca ini sedikit sekali. Tapi, dia dapat bermutasi menjadi apa saja. Jadi, kalau kita bisa ambil langsung sel punca yang berpotensi tinggi menyebabkan kanker hati, maka penyebaran kanker hati akan bisa dihentikan,” katanya.

Menurut Caecilia, penelitian sel punca pada kanker hati, sebetulnya sangat beragam. Hal tersebut terjadi karena sel punca kanker dapat menyerang manusia tanpa batas umur. Bahkan, bayi dalam kandungan pun bisa terserang penyakit tersebut.

“Siapa saja, baik tua maupun muda. Bisa disebabkan pengaruh alkohol, lalu gen dari orang tua juga. Makanya penelitian ini di Indonesia maupun di dunia sangat beragam,” kata dia. .

Penelitian masa depan

Caecilia menambahkan, penelitiannya tersebut juga sebagai dasar untuk membuka wawasan tentang sumber kanker hati dari organ tubuh manusia dan bagaimana proses perjalanannya. Menurutnya, jika sumber kanker hati tersebut dapat diketahui, secara umum akan dapat dibuat suatu pengobatan alternatif yang menyerang sumber penyakit kanker hati tersebut.

Proyek penelitiannya tersebut, kata Caecilia, diharapkan dapat memperkaya informasi tentang keberagaman sel-sel pada kanker hati. Ia menilai, pemahaman mekanisme inisiasi, perkembangan kanker, karakteristik sel progenitor atau sel punca ini pada jaringan normal dan kanker ini, sangat penting dalam perkembangan terapi potensial pada masa depan.

“Jadi, diharapkan di masa depan, dapat ditemukan semacam obat, atau terapi yang dapat mentargetkan menyerang sel punca kanker hati ini. Kalau kanker menyerang, tetapi sel puncanya itu dibasmi, sudah tentu akan bisa sembuh total. Maka dari itu penelitian ini, sumber kankernya itu yang kita cari, itu yang terpenting,” kata Caecilia.