HEBAL NABAWI MADU + APEL + ANGGUR YANG DIRAMU SECARA KHUSUS DENGAN MANGGIS MENGHASILKAN SEBUAH JUS MANGGIS DENGAN MEREK XAMTHONE PLUS YANGSANGAT BERKHASIAT DAN TERBUKTI MENGOBATI BERBAGAI PENYAKIT KANKER .

=======
Peluang usaha waralaba jus manggis xamthone plus klik www.waralabaxamthone.com UNTUK BELANJA ONLINE KLIK www.binmuhsingroup.comDETAILPRODUK KUNJUNGI www.grosirxamthoneplus.blogspot.comUNTUK PEMESANAN HUBUNGI :HP: 085227044550 Tlp: 021-91913103 SMS ONLY: 081213143797@MyYM @MyFacebook @MyTwitter @MyYuwie @MyFriendster binmuhsin_group@yahoo.co.id
=======
xamthone plus ada ijin depkes dan bp pom serta mui terbukti mencegah dan mengobati ambeien,amandel,asma,alergi,alzheimer,asam urat,batu empedu,batu ginjal,darah tinggi, darah rendah, demam, demam berdarah, dpresi, diabetes,diare,epilepsi, flu plike,gagal ginjal,gatal-gatal,gusi berdarah,hepatitis A B C ,hernia,herpes,impotensi/vitalitas,insomnia/susah tidur,jantung koroner, kanker,kista,keputihan,kolesterol, kurang darah/anemia,kusta, lesu lelah,leukemia,liver,maag, malaria,rambut rontok,menstruasi sakit, panas dalam,parkinson,kecapean, narkoba, osteoporosis, eksim, prostat, artritis, sembelil, stress, stroke, tbc, tumor, typus, usus buntu, lupus dlln jantung stroke kanker diabetes ginjal, prostat, maag, asma.. dlln
=======

KOMPAS.com - Para dokter di Rumah Sakit Royal Marsden London menguji coba penggunaan radiasi alfa untuk mengobati kanker prostat. Hasilnya, pasien hidup lebih lama, mengalami lebih sedikit nyeri, ataupun efek samping. Karena itu, uji coba terhadap 922 orang itu dihentikan sebelum waktunya.

Para dokter merasa tidak etis jika tidak memberikan pengobatan sama terhadap mereka yang mendapat plasebo (zat yang tidak berisi obat, digunakan sebagai pembanding dalam penelitian). Para peneliti kanker di Inggris menyatakan, penemuan itu penting dan sangat menjanjikan.

Penelitian itu dipaparkan dalam Kongres Kanker Multidisiplin Eropa, tetapi belum dikaji oleh akademisi lain. Radiasi digunakan untuk mengobati tumor selama hampir satu abad. Fungsinya, merusak kode genetik dalam sel kanker. Partikel alfa dikenal sangat besar dan merusak di jagat radiasi. Yaitu, berupa rentetan inti helium yang jauh lebih besar daripada radiasi beta ataupun gelombang gamma.

Pemimpin peneliti Dr Chris Parker, sebagaimana dikutip BBC, Sabtu (24/9/2011), menyatakan, penemuan itu merupakan langkah maju yang signifikan.

”Partikel alfa jauh lebih merusak. Hanya perlu satu sampai tiga tembakan untuk membunuh kanker dibandingkan dengan ribuan tembakan partikel beta,” katanya.

Karena hanya perlu sedikit tembakan, partikel alfa tidak banyak merusak jaringan sekitar tumor. Pada 90 persen pasien kanker prostat stadium lanjut, tumor akan menjalar ke tulang dan tak mempan terhadap obat lagi.

Penelitian ini melibatkan pasien kanker seperti itu dan menggunakan radium 223 klorida sebagai sumber radiasi. Laju kematian pasien yang diberi radium 223 klorida bersama kemoterapi lebih rendah 30 persen daripada pasien yang hanya diberi kemoterapi dan plasebo. Usia pasien dengan radium 223 klorida juga lebih panjang. (BBC/ATK)