Harapan Yang Hilang Kini Kembali Menjelang

Sore itu saya mendengar Bella, putri sulung kami yang baru berusia 23 bulan menangis keras. Seorang tetangga yang menggendongnya berlari membawanya pulang. Seketika itu juga sekujur tubuh saya terasa lemas. Rasanya, saya nyaris pingsan. Kepala bella berdarah-darah karena terbentur tembok saat digendong tetangga membonceng sepeda.Saya sendiri karena usai melahirkan, tak mampu berbuat banyak. Untunglah para tetangga segera merawatnya hingga darah terhenti.

Bella kecil cepat sekali pulih kembali.Ketika kami pindah ke Sipange (Sibolga) beberapa bulan kemudian, perubahan kecil mulai terlihat. Bella tidak mau didekati siapa pun. Bahkan Opungnya pun ikut dimusuhi. Tadinya saya pikir itu wajar karena dia belum terbiasa dengan lingkungan barunya.Tapi ketika 1 bulan kemudian sifatnya semakin parah, misalnya tidak bisa lagi berhitung dari 1 sampai 10 dan sikapnya berubah pendiam, saya mulai khawatir, ia jadi pendiam, pemurung tidak aktif lagi bergerak dan tidak mau berceloteh riang lagi.

Dan 2 bulan berikutnya Bella nyaris tidak dapat mengenali siapa pun kecuali saya, ibunya. Pertumbuhannya dari hari ke hari semakin nyata adanya kelainan. Yang lebih nyata lagi ketika suatu hari saya menyuruhnya mengambil bola di dekat kakinya, ia seperti bingung, mencari kemana-mana. Meskipun seakan sudah di depan matanya, dia tetap tidak mampu melihatnya. Setiap diajak bicara, jawabannya tidak pernah nyambung, jika ditanya hanya menjawab ha? ha? ha? jika terjatuh dan terluka, dia pasti menangis histeris bila melihat obat.

Hati saya hancur dan hanya bisa menangis.Keadaan ekonomi kami saat itu belum memungkinkan untuk membawanya ke Dokter Spesialis Anak, penghasilan suami saya sebagai Pengacara, waktu itu tidak pasti. Sementara saya hanya seorang guru Bantu yang masih menunggu SK dan gaji yang belum cair. Untuk menambah penghasilan, saya membuat donat untuk dititip ke warung-warung.Saya hanya mampu membawa Bella berobat ke puskesmas saja.

Namun, setelah beberapa kali berobar ke dokter dan bidan puskesmas, hasilnya nihil. Tak ada perubahan yang positif terjadi pada Bella. Saya makin sedih, ada apa dengan anak kami ini? Apakah benturan di kepalanya beberapa bulan itu yang membuatnya begini berubah? Pertanyaan dan rasa penasaran itu akhirnya saya simpan sendiri sebab saya tidak mampu membawanya ke Dokter Spesialis guna pemeriksaan lebih intens.Dalam keputusasaan menghadapi putri pertama kami ini, saya ditawari obat UFO. Dulu saya pernah ditawari oleh Bidan Manik, namun karena tidak percaya, maka saya tolak.

Kini suaminya, Bapak Hotman Saragih menyarankan agar Bella mengkonsumsi A3 dan A7.Pertama kali minum madu tersebut, reaksinya sempat membuat saya khawatir. Bella terus gelisah dalam tidurnya dan sering memegang kepalanya sambil mengeluh kesakitan. Hanya karena berharap agar ada kesembuhan yang terjadi, maka pemberian madu tersebut tetap saya teruskan. Siapa tahu bakal ada keajaiban? Dan 3 hari kemudian, saya kaget. Bella mulai bisa tertawa ceria lagi dan mau bercerita tentang apa yang dialaminya pada hari itu.

Dengan rasa heran dan penuh pengharapan, seharian itu saya hanya mengawasi perubahan yang begitu menggembirakan dari Bella. Rasa percaya bahwa apa yang telah saya berikan pada Bella mulai menebal. Keraguan pada produk UFO mulai lenyap.Saya teruskan pemberian madu tersebut, hingga 1 bulan dengan dosis 2 x sehari dicampur dengan susunya. Hasilnya sangat luar biasa !Bella yang saat itu baru berumur 2 tahun 11 bulan, sudah mampu membantu opungnya yang lumpuh mengangkat jemuran tanpa disuruh.

Dia juga sudah kembali sigap mengambil bola yang jatuh dari jangkauannya.Setelah 2 bulan rutin saya berikan A3 dan A7 daya ingatnya kembali pulih. Dia bisa berhitung 1 hingga 10 lagi, meskipun masih loncat-loncat angkanya. Bella mulai suka melihat-lihat buku dan menggambari dinding rumah kami. Melihat coretan-coretan itu saya merasa sangat bahagia sekali. Itu pertanda yang bagus sekali bahwa Bella mulai aktif dan kreatif seperti layaknya kanak-kanak normal lainnya.

Ia pun bisa mengganti popok adiknya, bisa mengambil apa saja, mengingat nama-nama hewan dan menyanyi lagi.Saya sangat bersyukur kepada Tuhan yang sudah menyembuhkan Bella lewat produk UFO. Setiap melihat Bella dengan lincah beceloteh atau berlari-lari, saya selalu menitihkan air mata haru karena rasa syukur yang begitu besar. Terima kasih Tuhan, terima kasih UFO yang telah membantu Bella kembali normal dan ceria.

(Kiriman Cecelia B. Watimena – Jl. Selada, Karawaci, Tangerang)

DAPATKAN DI TOKO DISKON ONLINE www.binmuhsingroup.comHabbatussauda obat segala macam penyakit kecuali kematian (HR. Bukhari – Muslim) Untuk pemesanan hubungi Bin Muhsin di HP: 085227044550 TLP: 021-91913103 SMS ONLY: 081213147393 email / YM / Facebook / Twitter / Yuwie : binmuhsin_group@yahoo.co.id atau kunjungi http://www.binmuhsinhabbatussauda.blogspot.com